Popular Post

Posted by : harry wanx Jumat, 24 Mei 2013

Tlah lusuh kertas ini, karna terlalu sering kutorehkan namamu di atasnya
Eritrosit dalam tubuhku seketika membeku, ketika kutatap teduhnya wajahmu
Yang terus dihujani dengan sejuknya air langit, dalam setiap sujudmu
Tak mampu aku pungkiri bahwa aku mendambakanmu
Ketika sinar dirimu tertangkap jelas oleh konus retina ini
Tak mampu aku sangkali bahwa aku membutuhkanmu


Saat suara lembutmu merangsang gerak koklea telinga ini
Tak mampu aku ingkari bahwa aku menginginkanmu
Kedatanganmu membuat aliran darah menyeruak arteri dan vena ini
Walau itu semua, hanya mampu kuteriakkan dalam diam. .
Bersembunyi dalam bilik jantungku
Aku tak tahu apa sebabnya….
Hingga tatapanmu mampu menjadi anaestesi duniaku?
tak pernah kutemukan jawabannya….
Hingga pesonamu bak feromon yang menarik perhatianku?
Siapakah dirimu….
Hingga kau mampu menjadi auksin yang merangsang cintaku tuk bersemi?
Dan mengapa harus dirimu yang menghasilkan fibrin menutupi luka lamaku?
Ingin ku membawakan pasangan asam amino yang tepat ke dalam ribosom hatimu.
Namun siapakah aku??
Hanya sepenggal kisah dalam luasnya hidupmu. . .
Hanya seorang yang terpaku dalam gelapnya bayangan malam
Aku ingin mencintamu dengan kokoh
Sekokoh ikatan kovalen yang tak tergoyahkan
Aku ingin mencintaimu dengan peka
Sepeka saraf yang mengantar rangsang dari dendrit ke dendrit
Aku ingin mencintaimu dengan pasti
Sepasti jantung yang tak akan pernah berhenti berdetak
Bayangan dirimu telah menjadi alel yang mengisi lokus cinta ini.
Sulit bagiku mendiagnosa arti dari setiap simptom yang muncul bagaikan misteri.
Dengan kerja keras neuronku membaca impuls yang kau sampaikan,,,,
Aku tahu bahwa setiap barisan kodonku dapat mentranslasikan setiap pesan dihatiku
Jujur, kuakui, inginku berikatan peptida denganmu, membentuk jutaan senyawa
Menari dengan anggun bersama hijaunya rerumputan
Aku yang mengagumimu dalam diam
Utuh tak tersentuh
Seperti mentari yang menyapa bunga-bunga bermekaran
Tak pernah menyentuh namun cintanya terasa, menyentuh dinding daun, merasuk hingga tertangkap oleh pigmen-pigmen klorofil, untuk menciptakan kehidupan baru
Cukuplah bagiku menyebut namamu dalam hamparan sajadahku.
Aku yang mencintaimu dari kejauhan. Walaupun sungguh aku merasa sangat dekat denganmu.
Biarlah aku dekap rapat perasaanku ini. Hingga Tuhan yang kan memainkan tangan-tangannya tuk memeluk kita dalam Ridho-Nya.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Check it out ! - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -